Wednesday, January 1, 2014

MY STORY: Kembali ke Mantan!




1 Januari 2013, jam 06.00 WIB
Aku terbangun dari tidurku setelah tidur selama hanya 3 jam karena tadi malam aku tidurnya jam 03.00. Kulihat Android-ku, menunjukkan pukul 06.00. Ku lihat pula BBM, ternyata ada BBM dari Bang Ardy, temen Facebook-ku yang tinggal di daerah Jakarta Selatan, umurnya 24 tahun (dan dia BOT)

"Met tahun baru ya dek. Tahun baruan kemana?"

"Aku lagi di Jakarta bang, tempatnya Bang Joe. Kalo abang dimana?"

"Di kos aja nih. Lho, kamu kapan ke Jakarta?"

"Tanggal 30 Desember malam bang."

"Lho, kamu balikan sama Bang Joe?"

"Hmmm...ya begitulah..."

"Astaga, kamu itu udah disakitin sama dia, kok gak move on juga sih?"

"Ya gak tau, hatiku udah bilang kalo dia orang yang tepat. Mau gimana lagi?"

Ya, mungkin banyak kalangan biseks dan gay yang menggeluti dunia seperti ini, kalo udah berhubungan atau pacaran, dan apabila disakiti sama pacar kita sendiri, maka jangan kembali ke belakang alias balikan sama mantan, karena kamu kemungkinan akan kembali ke lubang yang sama, alias disakitin lagi.

Ada juga kalimat lucu yang bilang "Buanglah MANTAN pada tempatnya." Sekilas terdengar lucu juga, karena mantan disamakan dengan SAMPAH. Tapi yang jadi pertanyaan adalah, di mana tempatnya? Mungkin dari kalimat tersebut, tempatnya adalah tong sampah, tapi kalo tempatnya masih diletakkan di hati, gimana dong?

Aku juga gak bisa membohongi diriku sendiri kalo aku masih sayang sama Bang Joe. Ya, masih sayang sama dia. Aku bener-bener gak bisa melupakan dirinya. Setelah 2 tahun 2 bulan aku menjalin hubungan dengannya dengan LDR (Long Distance Relationship alias pacaran jarak jauh, Jakarta - Jogja) walaupun hubungan kami ada manisnya, ada pahitnya juga, namun hal-hal itu yang gak bisa bikin aku melupakan dia. 

Kadang kita gak bisa move on karena kita teringat oleh mantan. Ya, sama seperti yang aku alami. Soalnya mungkin kita udah terlalu nyaman dengan semua kenangan yang telah dialami bersama. Jadinya kita gagal untuk move on.

Suatu ketika aku lagi dalam perjalanan di atas motor setelah dari Ambarrukmo Plaza (atau disingkat Amplaz) di Jogja menuju kampus. Suatu ketika aku sedang berhenti di lampu merah, dan entah kenapa tiba-tiba aku teringat Bang Joe begitu saja. Aku teringat dengan semua kenangan-kenangan indah yang telah kami tulis bersama, mulai dari makan bareng, karaoke bareng, main biliar bareng, main bowling bareng, sampai ML bareng (ya iyalah ML bareng, kalo cuman sendiri bukan ML namanya, tapi coli).

Air mataku mulai membasahi pipiku, di atas motor!! Untung kaca helmku agak gelap, jadinya orang gak akan bisa melihat wajahku penuh dengan air mata. 

Dan itu gak cuman sekali terjadi padaku setelah aku putus dengan Bang Joe, tapi berkali-kali.


Jam 10.30 WIB
Tiba-tiba Bang Joe mengirimku SMS...
"Dek, lagi dimana? Ngapain? Udah sarapan?"

"Lagi di kamar nonton TV nih. Udah sarapan, tadi goreng nugget sama ayam, trus masak spagheti, sama minum kopi. Kalo abg udah sarapan?"

"Udah dek tadi jam 9. Beuuhh, enak banget tuh. Pengen dibuatin spagheti sama adek."

"Hehehe, boleh. Nanti malam aja ya adek buatin abg spagheti-nya. Abg kesini jam berapa bang?"

"Asyiiikk. Nanti abg ke sana jam 2 siang ya."

"Oke, adek tunggu abg disini ya. Love you bang"

"Love you sayang."

Namun sekarang aku kembali ke mantan! Aku kembali ke cinta pertamaku di dunia gay seperti ini... Aku ingin lagi merajut  dan menuliskan cerita cintaku dengan Bang Joe. Aku ingin kami berdua bisa melanjutkan ke bab-bab berikutnya, entah kapan sampai kami menyelesaikan cerita cinta kami, aku gak tahu, dan aku gak peduli. Yang terpenting adalah semoga hubungan kami baik-baik saja...

No comments:

Post a Comment

YOU MIGHT ALSO LIKE: